Absen....

 Wah apa kabarnya kalian semua? Lama banget gak nulis di blog ini. Selain banyak kesibukan baru juga jarang punya kesempatan ngenet hehehe...

    Semoga ke depannya bisa nulis lagi. Abizzzz... kangeeeennn buanget curhat lewat blog tercintaku ini. Sebenarnya suamiku bikin blog satu lagi, tapi aku pengennya nulis disini aja.

    Well... untuk yang pengen tahu kabarku sekarang, aku dan suamikuh baik-baik saja. Walau jarak masih saja memisahkan, tapi rasanya makin deket ajah. Sebenarnya saat ini aku merasa jenuh saja. Bukan jenuh dengannya, tapi jenuh dengan jarak yang masiiiiih aja jadi penghalang.

    Jadi kalo boleh aku minta kalian semua sudi kiranya mendoakan kami agar cepat berkumpul ya. Satu atap!!!

 Wad suamikuh... aku akan melakukan yang terbaik. Sesenang apapun aku disini, tetap saja ingin berada dekat disampingmu, sayang!!!

 

I love you, mas Fai....

                            

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;

Wahai Ali, bagi orang ALIM itu ada 3 tanda2nya:

1) Jujur dalam berkata-kata.

2) Menjauhi segala yg haram.

3) Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:

1) Merahsiakan ibadahnya.

2) Merahsiakan sedekahnya.

3) Merahsiakan ujian yg menimpanya.

Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:

1) Takut berlaku dusta dan keji.

2) Menjauhi kejahatan.

3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:

1) Mengawasi dirinya.

2) Menghisab dirinya.

3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

Uang RM50 atau S$50 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket. 45 minit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untukpertandingan bola sepak. Semua insan ingin memasuki syurga tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk memasukinya.

Azan

Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Cuba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'. Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: "Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya."Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang. Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri. Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah.." yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut. "Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Lailahaillallah.." semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal a'lamin.."

H -18

huaaaaaa......

Sekarang jam berapa ?

sekarang hari apa?

sekarang tanggal brapa?

sekarang bulan apa?

APAAAA?????

TOLONG!!! Tolong aku!!!!

Detak jantungku semakin cepat...

Didedikasikan tuk Mas Fa'i dan semua orang yang menyayangiku

Untuk lelaki yang paling kuhormati dan kubanggakan...

Terima kasih mau bersabar

terima kasih mau menunggu

terima kasih mau membuatkuh tersenyum diantara rasa lelahmu

terimakasih tuk segalanya.

Untuk orang yang selalu menjulukinya dengan kata "bodoh", terimakasih kuucapkan. Karena kebodohannyalah yang membuat hati ini luluh dan karena kebodohannya juga yang membuatnya berguna bagi orang lain.

Semoga apa yang sudah kita lewati bersama selama setahun ini bisa menjadikan kita makin kuat dan tetap saling mendukung satu sama lain.

Untuk semua orang yang selalu mencintai kami, terimakasih atas semua nasehat dan dukungannya.

Mohon Doa Restu dari kalian semua...

Orang yang aneh

Hiaaaatttttt!!!! Gubrakkk!!!

bener-bener menyebalkan! gw gak ngerti mesti gimana lagi nolongin temen gw yang super duper aneh ituw. Sudah banyak cara yang gw pake tapi kagak ada satupun yang manjur. Begini nih sodara-sodara, gw punya temen sekantor yang lagi sakit lumayan parah. Nah di kantor tuh dia termasuk orang yang penting bwanged githu loh. Karena dia nya sakit and gw gak tega ngebiarin atasan gw kerja sendirian, gw berinisiatif nyelesain kerjaan temen gw ntuh. Eeehhh... boro-boro ngerjain, semua yang berkaitan dengan kerjaannya dia saja gak ada yang tau ditaroh dimana.

Akhirnya dengan sabar bin tawakkal gw coba nelpon yang bersangkutan, tapi yang terdengar di sebelah malah suaranya Veronica binti syapi'i (hehehehhe...). Daripada dosa karena gw berprasangka buruk ke dia, gw anggap hapenya lagi modar (tetep ajah buruk). Gak sampe situ!! gw nyoba sms, siapa tahu dia bisa langsung baca setelah hapenya diaktipin nanti. Tapi emang lagi diuji ketabahan kali yee, sms ituw mpe hari ini juga masih pending.

Karena saking gemesnya plus sebelnya, gw mutusin datang ke kos-kosan beliau. Gorontalo yang lagi panas-panasnya, ditambah jalanan yang macet gara-gara ditengah jalan ituw banyak orang yang minta sumbangan wad korban gempa di Djogja, gw lalui dengan penuh perjuangan. Dan akhirnya bisa sampe di depan pintu gerbang kos dia. Aneh bin ajaib, sepertinya kesabaran gw terus dicoba, beliau tidak mau membukakan pintu kamarnyah padahal tangan gw dah kesemutan plus merah-merah diakibatkan ngetok-ngetok pintu kamarnya.

Pasrah aku pada-Nya! Dengan langkah yang gontai agak miring-miring karena capek bolak-balik, gw menuju mobil dinas yang ikud berjuang dengan gw. Dan dengan rasa sayang dan penuh kasih, sopir kepala kantor gw yang nawarin mbantu ngetok pintu ituw lagih.

Semoga semua amal ibadah sopir ituw diterima disisi-Nya! Halah!

kira-kira ini nih kegiatan gw hari ini:

1. ke bank, nganter surat yang berisikan daftar gaji pegawai yang harus ditransfer ke rekeningnya masing-masing.

2. ke kos temen gw ituw (sempat nelpon bang pa'i, curhat)

3. ke bank lagih nyetor pajak

4. ke kantor karena dipanggil mendadak

5. balik ke kos-kosan ituw (nelpon bang pa'i lagih, kangen)

6. narik duit di bank (sungguh aneh)

7. balik ke kantor and mengobrak abrik lemari di seksi gw guna pencarian BKU dan teman-teman BKU lainnya.

8. Nelpon Bang pa'i, masih kangen jugah.

Ffffiuuuhhh...

pulang ah, kangen ma bantal and guling.

Hoahem... ups ampir lupa! Wad Mbak Icha, met ultah yah.

Wad abang, miz u all the time yeee!!!

Stay cool n keep funky

Tut Wuri Handayani

Cuman mo nanya?

Ada apa denganku?

Kenapa aku bisa seperti ini?

Kemana tangisku?

Dimana senyumku?

Kenapa aku cuma bisa bertanya?

Kenapa aku tidak bisa menjawab?

Kenapa yah?

RUMAH

Bagi banyak orang mungkin rumah adalah tempat yang paling indah dan nyaman.
Dimana kita tinggal, berteduh, berkumpul, bercanda tawa dengan keluarga kita.
Semua orang pasti mendambakannya.

Gw jadi iri dengan semua orang yang punya perasaan "mendambakan" ituw.
Syukurlah.... gw masih punya tempat tuk berteduh.

Yah... berteduh

hanya berteduh

tidak lebih dari itu!!!


CINTA, SUKSES DAN KAYA

Seorang wanita yang keluar rumah mendapati di halaman depan ada tiga kakek berjenggot putih dan panjang.

"Saya kira, saya tidak kenal kalian, tapi kalian pasti lapar. Silakan masuk untuk makan," kata wanita itu.

"Apakah suamimu dirumah?" tanya mereka.

"Tidak," jawab wanita itu, "ia sedang keluar."

"Kalau demikian kami tidak bisa masuk," kata mereka.

Ketika hari telah sore dan suaminya telah datang, wanita itu bercerita kepadanya tentang apa yang terjadi dirumahnya.

"Beritahu mereka, aku telah datang dan mereka di persilahkan masuk," kata suaminya.

Wanita itu lalu keluar untuk mengundang mereka.

"Kami tidak masuk rumah bersama-sama," jawab mereka.

"Mengapa demikian?" tanya wanita itu.

Salah seorang dari mereka berkata, "Nama dia KAYA," katanya sambil menunjuk salah seorang temannya, lalu ia menunjuk teman yang lain, "Nama dia SUKSES, dan aku sendiri bernama CINTA."

Ia kemudian melanjutkan, "Nah, sekarang bicarakan dengan suamimu, siapa diantara kita yang akan kalian undang ke dalam rumah kalian." Wanita itu masuk lagi lalu menceritakan kepada suaminya pembicaraan mereka.

Suaminya merasa heran, "Wow!!!, alangkah anehnya. Kalau demikian, marilah kita undang KAYA. Biarkan dia masuk dan mengisi rumah kita dengan kekayaan."

Tapi istrinya tidak setuju "Sayang, mengapa kita tidak undang saja SUKSES?" kata istrinya.

Menantu perempuan mereka yang sejak tadi mendengarkan dari sudut rumah mengusulkan, "Apakah tidak lebih baik kita undang CINTA? Rumah kita nanti akan dipenuhi oleh cinta."

"Benar! Mari kita ikuti saran menantu kita," kata sang suami kepada istrinya. "Panggilah CINTA untuk menjadi tamu kita!"

Sang istri lalu keluar dan bertanya, "Siapa di antara kalian yang bernama CINTA? Masuklah dan jadilah tamu kami!"

CINTA bangun dan berjalan ke arah rumah. Kedua orang tua yang lain bangkit mengikuti CINTA. Merasa, heran, wanita itu bertanya kepada KAYA dan SUKSES,

"Aku hanya mengundang CINTA, mengapa kalian berdua ikut masuk?"

Mereka berkata, "Kalau kau mengundang KAYA atau SUKSES, maka dua orang dari kami akan tetap tinggal di luar. Tetapi karena kau mengundang CINTA, kemanapun ia pergi, kami berdua selalu mengikutinya."

Kebersamaan

Seorang anak bertanya pada ayahnya, "Ayah, berapa penghasilanmu 1 jam?"
Mendengar perkataan ini sang ayah marah lalu berkata dengan kasar, "Jangan ganggu aku!"
Sang ayah baru saja pulang kerja dalam keadaan capek dan wajah muram. Namun anaknya bersikeras dengan pertanyaanya, "Ayah berapa penghasilanmu, tolong jawab.....!"
Dengan suara yang tidak menyenangkan dia menjawab, "Delapan dolar satu jam."
"Ayah, boleh tidak, aku pinjam 4 dolar?"
"Aku sudah berkata jangan ganggu aku! Diam dan pergilah ke kamarmu!" bentak ayahnya.
Memasuki saat tidur malam, sang ayah merasa agak tenang. Ia menyesali perlakuannya tadi, lalu pergi ke loteng menuju kamar anaknya.
"Kau sudah tidur?" tanya ayahnya.
Ia lalu memberi anaknya 4 dolar yang tadi hendak dipinjamnya. Anaknya mengucap terima kasih, lalu ia menyisipkan tangannya ke bawah bantal dan mengeluarkan dari bawahnya uang 4 dolar yang tampak kusut.
"Sekarang aku punya 8 dolar! Ayah bolehkah aku membeli sejam saja dari waktumu?"